Khoirun Nisak

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Pentingnya Menemukan Bakat Anak Sejak Dini

Pentingnya Menemukan Bakat Anak Sejak Dini

Judul Buku : Nak, Ingin Bahagia? Temukan Bakatmu

Penulis : Siti Nurhidayah

Penerbit : Pustaka MediaGuru

Edisi : 2018

Tebal : 73 Halaman

Dalam keseharian, kita bisa mendapati seorang anak dengan perilaku yang berbeda dengan anak sebayanya. Misal, lebih aktif, suka membantah, atau bahkan suka melakukan suatu pekerjaan dengan caranya sendiri yang terkadang membuat orang lain kesal.

Jangan cepat mengambil kesimpulan dan gegabah melekatkan predikat "Nakal" pada mereka. Sedianya terdapat berbagai kelebihan yang belum nampak, atau belum disadari oleh orang tua dan orang dewasa di sekitarnya yang merasa "Terganggu".

Kejadian semacam ilustrasi di atas, bisa juga terjadi di sekolah. Di kelas didapati seorang anak yang lebih nyaman menyelesaikan tugasnya dengan diiringi aktivitas fisik, seperti berkeliling kelas, gampang memukul, ataupun suka mempermainkan temannya dengan tindakan bullying. Kemudian dengan mudah seorang guru melekatkan predikat "Nakal" kepada mereka.

Berbagai perilaku "Berbeda" ini, memiliki beberapa kemungkinan penyebab. Di antaranya: Pola asuh yang salah ketika di rumah, kondisi keluarga broken home, atau memang anak tercipta dalam gaya belajar yang berbeda, lebih penting lagi, anak memang telahir sebagai anak yang cerdas dan cerdas istimewa.

Istiqomah (2017), dalam bukunya yang berjudul, Madrasah Terbaik Itu Ibu, menjabarkan tentang betapa pentingnya pola asuh orang tua khususnya ibu, dalam membentuk karakter putra-putrinya. Tanpa sadar, kebiasaan memaksakan kehendak kepada anak dengan melarang semua keinginannya, seringkali menjadikan bumerang. Penolakan anak akan dimanifestasikan dalam bentuk perilaku menyimpang ataupun perilaku pengganggu. Ini sebagai penolakan yang tidak tersalurkan.

Kendati demikian, tidak semua perilaku "Tidak biasa" itu merupakan perilaku menyimpang yang harus dihindari, sebagian merupakan kategori anak cerdas istimewa. Bersumber dari CGIS-Net Asessment System, (2008), anak cerdas dicirikan dengan beberapa perilaku, di antaranya: Suka penasaran, memiliki gagasan yang aneh, kadang konyol, pengamat yang kritis, dan menyukai kompleksitas. Istiqomah, (2017: 129-130).

Mendasarkan pada analisis tersebut, keluarga sebagai sosialisasi utama, khususnya ibu, harus menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter putra-putrinya. Sepatutnya disadari betul adanya keragaman dalam diri anak. Sehingga tidak menempatkan pola asuh yang salah dan berdampak bumerang bagi semuanya. Ibu harus juga memahami tentang berbagai cara dalam mendidik dan memperlakukan seorang anak berdasarkan keragaman yang dimilikinya. Caranya, bisa dilakukan dengan aktif membaca buku parenting, mengikuti pelatihan berbau parenting, ataupun sharing pengetahuan kepada yang berkompeten.

Langkah selanjutnya yang terpenting ialah mengetahui bakat anak sejak dini. Di rumah, seorang ibu harus mampu menjadi sahabat kedua bagi seorang anak. Ini agar anak merasa aman dan nyaman berada di rumahnya sendiri, sehingga anak tidak merasa perlu berada di luar atau melampiaskan kekesalannya pada sesuatu yang tidak bermanfaat. Mengarahkannya pada apa yang menjadi kegemarannya bisa menjadi solusi untuk menghindarkan mereka dari kejenuhan.

Inilah yang coba ditekankan pula dalam buku, Nak, Ingin Bahagia? Temukan Bakatmu. Buku setebal 73 halaman ini merupakan penjabaran berbagai teknik secara sederhana untuk menemukan bakat anak dan selanjutnya mengembangkannya ke arah hal-hal yang positif. Salah satunya dilakukan dengan cara memfasilitasi berupa aktivitas yang mengarah pada bakat tersebut.

Akhirnya, marilah bersama-sama menjadi ibu yang cerdas dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi putra-putri kita. Wujudkan generasi masa depan yang berkarakter melalui fondasi ibu dan keluarga.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali